keep smile and smile :)

soniahapsari:

:3

(Source: maydaiu)

Reblogged from soniahapsari (Originally from maydaiu)

Jadilah Pelita

Pada suatu malam,

seorang buta berpamitan pulang dari rumah sahabatnya.

Sang sahabat membekalinya dengan sebuah lentera pelita.

Orang buta itu terbahak berkata:

“Buat apa saya bawa pelita?

Kan sama saja buat saya! Saya bisa pulang kok.”

Dengan lembut sahabatnya menjawab,

“Ini agar orang lain bisa melihat kamu,

biar mereka tidak menabrakmu.”

Akhirnya orang buta itu setuju untuk membawa pelita tersebut.

Tak berapa lama dalam perjalanan,

seorang pejalan menabrak si buta.

Dalam kagetnya, ia mengomel,

“Hei, kamu kan punya mata! Beri jalan buat orang buta dong!”

Tanpa berbalas sapa, mereka pun saling berlalu.

Lebih lanjut, seorang pejalan lainnya menabrak si buta.

Kali ini si buta bertambah marah,

“Apa kamu buta? Tidak bisa lihat ya?

Aku bawa pelita ini supaya kamu bisa lihat!”

Pejalan itu menukas,

“Kamu yang buta! Apa kamu tidak lihat, pelitamu sudah padam!”

Si buta tertegun..

Menyadari situasi itu, penabraknya meminta maaf,

“Oh, maaf, sayalah yang ‘buta’,

saya tidak melihat bahwa Anda adalah orang buta.”

Si buta tersipu menjawab,

“Tidak apa-apa, maafkan saya juga atas kata-kata kasar saya.”

Dengan tulus,

si penabrak membantu menyalakan kembali pelita

yang dibawa si buta.

Mereka pun melanjutkan perjalanan masing-masing.

Dalam perjalanan selanjutnya,

ada lagi pejalan yang menabrak orang buta.

Kali ini, si buta lebih berhati-hati,

dia bertanya dengan santun,

“Maaf, apakah pelita saya padam?”

Penabraknya menjawab,

“Lho, saya justru mau menanyakan hal yang sama.”

Senyap sejenak.

Secara berbarengan mereka bertanya, “Apakah Anda orang buta?”

Secara serempak pun mereka menjawab, “Iya.,”

sembari meledak dalam tawa.

Mereka pun berupaya saling membantu menemukan kembali

pelita mereka yang berjatuhan sehabis bertabrakan.

Pada waktu itu juga, seseorang lewat.

Dalam keremangan malam,

nyaris saja ia menubruk kedua orang

yang sedang mencari-cari pelita tersebut.

Ia pun berlalu, tanpa mengetahui bahwa mereka adalah orang buta.

Timbul pikiran dalam benak orang ini,

“Rasanya saya perlu membawa pelita juga,

jadi saya bisa melihat jalan dengan lebih baik,

orang lain juga bisa ikut melihat jalan mereka.”

Pelita melambangkan terang kebijaksanaan.

Membawa pelita berarti menjalankan kebijaksanaan dalam hidup.

Pelita,…

sama halnya dengan kebijaksanaan,

melindungi kita dan pihak lain dari berbagai aral rintangan (tabrakan!).


Pelita Si Buta


 

Si buta pertama mewakili mereka

yang terselubungi kegelapan batin, keangkuhan,

kebebalan, ego, dan kemarahan.

Selalu menunjuk ke arah orang lain,

tidak sadar bahwa lebih banyak jarinya

yang menunjuk ke arah dirinya sendiri.

Dalam perjalanan “pulang”,

ia belajar menjadi bijak melalui peristiwa demi peristiwa yang dialaminya.

Ia menjadi lebih rendah hati

karena menyadari kebutaannya

dan dengan adanya belas kasih dari pihak lain.

Ia juga belajar menjadi pemaaf.

Penabrak pertama mewakili orang-orang pada umumnya,

yang kurang kesadaran, yang kurang peduli.

Kadang, mereka memilih untuk “membuta” walaupun mereka bisa melihat.

Penabrak kedua mewakili mereka

yang seolah bertentangan dengan kita,

yang sebetulnya menunjukkan kekeliruan kita,

sengaja atau tidak sengaja.

Mereka bisa menjadi guru-guru terbaik kita.

Tak seorang pun yang mau jadi buta,

sudah selayaknya kita saling memaklumi dan saling membantu.

Orang buta kedua mewakili mereka yang sama-sama gelap batin dengan kita.

Betapa sulitnya menyalakan pelita

kalau kita bahkan tidak bisa melihat pelitanya.

Orang buta sulit menuntun orang buta lainnya.

Itulah pentingnya untuk terus belajar

agar kita menjadi makin melek, semakin bijaksana.

Orang terakhir yang lewat mewakili mereka

yang cukup sadar akan pentingnya memiliki pelita kebijaksanaan.

Sudahkah kita sulut pelita dalam diri kita masing-masing?

Jika sudah, apakah nyalanya masih terang, atau bahkan nyaris padam?

JADILAH PELITA, bagi diri kita sendiri dan sekitar kita.

Sebuah pepatah berusia 25 abad mengatakan:

“Sejuta pelita dapat dinyalakan dari sebuah pelita,

dan nyala pelita pertama tidak akan meredup.

Pelita kebijaksanaan pun, tak kan pernah habis terbagi.”

Bila mata tanpa penghalang, hasilnya adalah penglihatan.

Jika telinga tanpa penghalang, hasilnya adalah pendengaran.

Hidung yang tanpa penghalang membuahkan penciuman.

Pikiran yang tanpa penghalang hasilnya adalah kebijaksanaan.


bukan puncak yang kita taklukin, tapi diri kita sendiri. gunung ini cuma media.

Maria (via maydaiu)

Reblogged from maydaiu

Reblogged from nadhilaaz (Originally from oooooooo)

‎People cry not because they’re weak. It’s because they’ve been strong too long.

Johnny Deep



We’re happy free confused and lonely in the best way
It’s miserable and magical, oh yeah.
- 22

We’re happy free confused and lonely in the best way

It’s miserable and magical, oh yeah.

- 22

Reblogged from soniahapsari

chibird:

Everybody is different and has something awesome to offer the world, including you. :D

chibird:

Everybody is different and has something awesome to offer the world, including you. :D

Reblogged from primanida (Originally from chibird)

keren keren

keren keren


super big thanks to you :*

happy 19!

B-DAY

B for Birthday and Belovedday

11.02.2013


terima kasih koh, pulil, coon, may :3

11.02.2013